This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

Suntik Pemecah Sel Telur

Akhirnya...aku kembali konsultasi ke dr. Suci setelah sebulan yang lalu promil aku ditunda akibat varicella zooster. Sebenarnya dokter minta aku kembali pada H 12 tpi krn jadwal praktek saat aku H 12 adalah pagi, jadi aku n Satria memutuskan utk konsultasi di H 11.

Setelah bertanya apakah cacar airku sudah sembuh, dokter memeriksa perkembangan sel telurku melalui USG trans V (kali ini aku kurang sreg dg dr. suci krn dia ngobrol masalah stock obat dg suster, sementara itu alat USG sdh masuk di miss V...huuuft). Alhamdulillah sel telurku yg disebelah kanan ada 2 yg berkembang diatas 20 mm. Sedangkan yang di sebelah kiri tidak ada yang berkembang melebihi 18 mm. Tapi InsyaAllah dua sel telur saja sdh cukup utk dibuahi.

Dokter menawarkan untuk disuntik. Aku n Satria bingung krn emang qta berdua ga ngerti apa2. Dr. Suci menjelaskan bahwa suntik ini fungsinya adalah untuk memecahkan sel telur. Jadi 24 jam setelah obat disuntikkan, sel telur akan pecah alias ovulasi dan saat itulah kami disuruh berhubungan. Aku sempat mengiyakan utk disuntik pemecah telur tpi kmd dr. Suci memberitahu hrg suntikan ini yg lumayan menguras kantong. Ingin rasanya menarik kembali ucapanku tadi tpi Satria mendukung aku dan setuju dgn tindakan tsb. (Padahal terhitung bulan ini kami berdua berniat mengencangkan ikat pinggang utk biaya pembangunan rumah kami).

Aku kembali berbaring di tmp tidur periksa, kmd dokter menusukkan jarum suntik (yg ukurannya kecil sekali) di perutku. Saat jarum itu masuk memang tidak terasa apa2 tpi stlh jarum itu dikeluarkan dan suster menempelkan semacam plester di bekas suntikan tadi aku mulai merasakan sedikit kencang n kaku di area perut tpi aku cuekin aja. Dokter menjadwalkan kami utk berhubungan mulai besok selama 3 hari dgn jeda masing-masing satu hari.

Malamnya kram perut itu masi kurasakan, hanya saja dia datang dan pergi alias tdk intens tpi cukup menganggu. Dan sampai dengan keesokan harinya di kantor, aku masih merasakannya. Dari hasil googling, salah satu efek dari ovedril si obat pemecah sel telur adalah abdominal pain, jadi wajarlah klo aku merasakan perutku kram.

Btw...saat ini perasaanku campur aduk. Disatu sisi aku berharap usaha kami kali ini membuahkan hasil yang positif krn obatnya yg cukup mahal. Namun di sisi lain aku tdk ingin melambungkan harapan terlalu tinggi krn  beberapa alasan. Yg pertama adalah masalah biaya, saat ini aku n Satria berencana utk menambah bagian belakang rmh kami shg nyaman ditempati. Tentu saja hal ini biayanya tdk sedikit, bahkan bisa dibilang menguras habis tabungan kami. Jadi aku takut jika nanti aku hamil, aku tidak tahu darimana dpt biaya utk bersalin. Alasan berikutnya adalah mental. Terkadang aku berpikir klo aku memang blm siap punya anak. Krn sifatku yg pendiam jd aku pun tidak bisa dekat dgn anak kecil. Bahkan ponakanku sendiri lbh deket kepada suamiku daripada aku. Jadi...apakah aku sudah siap diberi amanah oleh Sang Pencipta Yang Maha Agung...Wallahu A'lam


0 komentar:

Poskan Komentar